Jumat, 12 Juni 2015

One Day One Trip Gunung Munara Bogor


Berawal dari personal message BBM Amalia Nuary Widodo 17 April 2015 yang bilang “ mau cepet2 ademin otak ke munara :-@ :-@” menjadi sebuah percakapan…

Mumut        : “kapan?”

Amel            : “ayo mba bulan Mei , belum fix tanggalnya. Tgl 14 Mei bisa ngga?”.

Mumut        : “itu daerah mna de?? Budget brapa?”.

Amel           : “daerah Bogor kak, Cuma ongkos naik kereta sama angkot doang     
                      kok, paling 100K”.

Mumut        : “ikut….ikut…ikut”.

Amel            : “okay laa fix ye?”.

Mumut        : “iya, banyak yg ikut de?”.

Amel            : “sampe saat ini masih berempat sama kak dika, mba mut n kak    

   agie…hehehe”.

Mumut        : “ok dh, peralatannya apa aja??...aku kn ank baru de..”

Amel           : “hahaha cukup bawa daypack aja kak, soalnya kita ngga nginep…qta

   tektok aja”.

Mumut        : “ok de”.

Percakapan berlanjut tgl 13 Mei 2015

Amel            : “mba mumut besok ktemuan di stasiun bekasi jam 06.00 WIB”.

Amel            : “PING!!!

Mumut        : “ok”

Itulah sedikit banyak percakapan awal menuju Mt. Munara… J

Mt. Munara terletak di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Untuk mencapai puncaknya pun relatif singkat hanya sekitar 1-2 jam saja. Karena gunung ini tidak terlalu tinggi dan lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta sehingga para pengunjung yang biasanya datang dari sekitar Jabodetabek bisa mengunjungi gunung ini hanya dalam satu hari kunjungan saja (one day trip). Gunung Munara pasti akan memberi kalian pengalaman pendakian baru yang berbeda.

Gunung Munara sangat kental dengan wisata ziarahnya, karena di gunung ini banyak petilasan–petilasan dan goa–goa, salah satu goanya ada yang bernama Goa Sukarno, konon di goa tersebut Bung Karno pernah bersemedi. Selain itu, ada juga batu tapak si Kabayan, goa batu belah, dan batu menara adzan. Konon di batu yang terletak di dekat puncak ini, zaman dahulu digunakan untuk mengumandangkan adzan. #SumberDariGoogle

Berhubung rumah aku di Perumnas 3 maka untuk menuju ke stasiun Bekasi harus naik angkot 01…(sdikit info aja klo angkot 01 itu ada 2 jenis, untuk ke stasiun Bekasi harus naik angkot 01 yang besar soalnya angkot 01 yang kecil cuma sampai terminal Bekasi aja).

Untuk sampai ke stasiun Bekasi tarif angkot yang harus dibayar adalah sebesar Rp.5.000 J

Jam 06.15 aku sudah sampai stasiun Bekasi langsung antri n psen tiket commuter line jurusan stasiun Cilebut dengan tarif Rp. 16.000, disana sudah ada amel n dika (langsung gabung dengan mereka) dan masih menunggu beberapa teman yang belum datang (umam, jessy, tika n kiyek).

Kami menunggu mereka sampai jam 08.00 WIB baru berangkat naik commuter line (jauh dari planning yang harusnya jam 06.00 WIB udh otw). Di stasiun Cakung kami dapat temen seperjalanan lagi, namanya Ook. J  Untuk menuju stasiun Cilebut harus transit dlu di stasiun Manggarai, karna untuk antisipasi biar kebagian duduk di commuter line si amel punya ide untuk transit di stasiun Cikini. (stasiun Cikini itu setelah stasiun Manggarai dari arah stasiun Bekasi dan sebelum Manggarai dari arah stasiun Kota)

Sekitar jam 10.30 kami sampai di stasiun Cilebut langsung keluar stasiun lewat pintu sebelah kanan dari arah datangnya kereta n naik angkot F19 jurusan Pasar Anyar – Salabenda dengan tarif Rp. 4.000 n turun di gang mushola untuk bertemu guide kita namanya bang Agie n bang Hadi. (Guide kami ini sangat berpengalaman jadi kami ga perlu yang namanya GPS alias “Gunakan Penduduk Sekitar”). Setelah bertemu  guide kami istirahat sejenak dirumah bang Agie sambil mencari tumpangan untuk menuju Mt. Munara J (spesial thanks untuk keluarga bang Agie atas jamuan tempat istirahat n teh hangatnya J J ).
Kami dapat tumpangan angkot F19 jurusan Pasar Anyar – Salabenda dengan supir saudaranya bang Agie dengan tarif sewa Rp. 20.000 (sudah termasuk tiket parkir mobil, tiket masuk situs Mt. Munara n perjalanan pulang sampai rumahnya bang Agie).Tak lupa juga ditengah perjalanan menuju situs Mt. Munara kami berhenti sejenak di minimarket untuk membeli perbekalan makanan n minuman yang kami perlukan. Tapi buat yang ga mau repot2 bawa logistik, nanti disetiap pos ada penjual makanan dan minuman, namun harganya sedikit tidak bersahabat. Sekitar 2 kali lipat harga biasanya.
 
Sekitar jam 12.15 akhirnya kami sampai di pintu masuk situs Mt. Munara. Di parkiran nampak banyak motor yang sudah terparkir, pertanda banyaknya wisatawan yang berkunjung karena bertepatan dengan tanggal merah (Kenaikan Yesus Kristus). Setelah membayar tiket masuk dan parkir kami langsung memulai pendakian yang terbilang singkat ini.

Oia buat yg belum pernah nyoba namanya hiking tenang aja disana banyak joki yg mau nganter kepuncak ,tp sendiri juga bisa kok udah ada jalur yg disediain dan banyak pos yg ngasih tau rutenya soalnya jalurnya jelas dan banyak pendaki lainya jd jika kalian ga ngerti arah mana aja yg harus dilaluin ikutin aja pendaki lain…ok (sekalian kenalan maksudnya, siapa tau jodoh… #eehh ketahuan jomblonya). Inget perjalanan itu akan selalu mendapat teman baru.

Awal jalur pendakian berupa pepohonan bambu yang lebat. Jalur sudah ditata dengan jelas, namun karena baru saja hujan sehingga membuat jalur tersebut licin. Beberapa pengunjung nampak bersusah payah untuk terus melangkah, bahkan ada beberapa orang yang sempat terjatuh.

Setelah 1,5 jam berjalan, sampailah kami di puncak Munara. Pemandangan di sini sangat indah, dimana sejauh mata kita memandang terhampar hijaunya pepohonan. Apabila semakin sore, semakin banyak pengunjung yang datang. Ya, wajar saja, karena menuju puncaknya saja hanya dibutuhkan waktu 1-2 jam. Namun, jangan anggap remeh ya! Kita harus tetap mengutamakan keselamatan, seperti menggunakan sepatu hiking atau sendal gunung supaya memudahkan kita untuk melangkah. 
Gerbang Situs Gunung Munara
 
Dika Diantara Batu yang Menyerupai Goa

Bang Agie, Bang Hadi, Mumut, Amel, Dika, Tika, Kiyek, Jessy, Ook...n dibalik kamera ada Umam

Istirahat Sejenak Sambil Bernarsis Ria

Dari puncak Mt. Munara (Umam, Amel n bang Hadi)

Naluri Guru niihh, ada murid langsung minta foto bersama

Aksinya Bang Agie n Amel


Tika, Jessy, Dika, Amel n Mumut

Menuju Puncak yang Ramai

Sebelum pulang, Di balik kamera ada bang Hadi


Take Picture By Bang Agie
Lelahnya Ditengah Perjalanan Menuju Puncak

Bang Hadi ayo ikutan selfie juga lh

Diantara Celah Gunung

Personil Sudah Lengkap Nih

Dika dengan aksinya

Parah....parah....parah cubet

Menuju Goa Soekarno

Saling Bantu Menuju Goa Soekarno

Berfose di Goa Soekarno

Ini dia Bang Agie sii Penikmat Kopi :)

Beberapa Situs Sejarah dari Gunung Munara

Tika
Amel
Dika
Jessy
Bang Hadi
Umam

Naluri Guru Lagi niiihh 

Thats Me.........

”Tuhan sungguh indah alam ciptaanMu, berjanji dalam diri dan hati ini untuk terus menjaga dan melestarikan alam ini. Dari puncak gunung aku merasa kecil, tidak ada satu alasan pun untuk aku menyombongkan diri.”

“Bagi ku sebuah pendakian bukan sekedar untuk menikmati alam dan pemadangan indahnya saja, lebih dari itu, sebuah pendakian dan perjalanan dapat menjadi guru terbaik untuk mengetahui bagaimana diri kita, kualitas diri kita, sikap kita.”


PATUHI PERATURAN PENDAKIAN !!!!!!

“Jangan bunuh sesuatu kecuali waktu. Jangan ambil sesuatu kecuali gambar. dan Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak”

“bawa turun sampah mu… atau TELAN”.

Sabtu, 06 Juni 2015

i won't to be desperate

Aku ngga mau dan ngga akan pernah mau dikasihani sama orang lain….jujur aja aku suka menutup diri dari orang lain karena aku ngga mau mereka tahu keadaan aku, ngerasa kasian sama aku, dan membuat aku merasa lebih baik dengan segala nasehat mereka yang sebenarnya hanya akan membuat aku merasa semakin buruk!!!! Karena percaya deh, kamu ga akan pernah bisa tahu perasaan yang lagi dialami sama orang lain itu, sebelum kamu pernah berada diposisi itu sendiri. That’s why I don’t speculate things in life. Talk is easy. But real life taste bitter pill that you have to swallow everyday! Reality bites!!!! And believe me, that feeling sucks…..
Setiap harinya aku berusaha keras, just to suck it all up. The problems that I have to go through….berusaha keras untuk tidak komplain terlalu banyak, ngga cursing terlalu sering dan tidak membandingkan hidup aku dengan orang-orang lain yang memang lebih beruntung dari aku. Tapi kadang susah aja, terutama jika kamu ngga kenal seseorang yang ngalamin masalah-masalah sama seperti yang kamu laluin setiap harinya. Sebenernya aku juga belum siap sih buat punya teman untuk berbagi segala keadaan hidup aku, ya kasihan aja kali, kan ga seharusnya mereka ikut pusing mikiran masalah aku…. kan sayang bgd klo aku udh cerita panjang lebar n detail tp belum tentu juga mereka peduli sama masalah aku, it’s ok no problem lah karna buat aku semakin mereka cuek dan ga mau tahu masalah aku berarti mereka yakin jika aku mampu melaluinya….

Yang jelas satu hal yang paling pantang aku lakuin adalah memperlihatkan segala kesusahan aku ke masyarakat umum, ya seperti temen2 aku dikampus dulu. Yang mereka tau sih, walaupun aku datang dari keluarga yang broken home tapi hidup aku biasa aja dan aku tetap happy-happy aja….and I can’t say that my life is a total hell hole. I mean how ungrateful can I be then? Masih banyak kok yang bisa aku syukurin dalam hidup aku dan itu hal terpenting menurut aku. To still have a reason to follow through…. Mungkin banyak yang menganggap aku munafik, untuk ngga mau ngakuin keadaan aku ke dunia. Judge whatever you want, because sadly I couldn’t care less….aku yang lebih tau keadaan diri aku sendiri, dan sejauh ini aku merasa paling nyaman dengan keadaan yang aku jalanin sekarang. Just trying hard to hang tough…after all I do not like desperate