Berawal dari personal message BBM Amalia Nuary Widodo 17 April 2015 yang
bilang “ mau cepet2 ademin otak ke munara :-@ :-@” menjadi sebuah percakapan…
Mumut : “kapan?”
Amel : “ayo mba bulan
Mei , belum fix tanggalnya. Tgl 14 Mei bisa ngga?”.
Mumut :
“itu daerah mna de?? Budget brapa?”.
Amel : “daerah Bogor
kak, Cuma ongkos naik kereta sama angkot doang
kok, paling 100K”.
Mumut :
“ikut….ikut…ikut”.
Amel : “okay laa fix ye?”.
Mumut :
“iya, banyak yg ikut de?”.
Amel : “sampe saat ini
masih berempat sama kak dika, mba mut n kak
agie…hehehe”.
Mumut :
“ok dh, peralatannya apa aja??...aku kn ank baru de..”
Amel : “hahaha cukup
bawa daypack aja kak, soalnya kita ngga nginep…qta
tektok aja”.
Mumut :
“ok de”.
Percakapan berlanjut tgl 13 Mei 2015
Amel : “mba mumut besok ktemuan
di stasiun bekasi jam 06.00 WIB”.
Amel : “PING!!!”
Mumut :
“ok”
Itulah sedikit banyak percakapan awal menuju
Mt. Munara… J
Mt. Munara terletak di Desa Kampung Sawah, Kecamatan
Rumpin, Kabupaten Bogor. Untuk mencapai puncaknya pun relatif singkat hanya
sekitar 1-2 jam saja. Karena gunung ini tidak terlalu tinggi dan lokasinya
tidak terlalu jauh dari Jakarta sehingga para pengunjung yang biasanya datang
dari sekitar Jabodetabek bisa mengunjungi gunung ini hanya dalam satu hari
kunjungan saja (one day trip). Gunung Munara pasti akan memberi kalian pengalaman pendakian baru yang berbeda.
Gunung Munara sangat kental dengan wisata ziarahnya,
karena di gunung ini banyak petilasan–petilasan dan goa–goa, salah satu goanya
ada yang bernama Goa Sukarno, konon di goa tersebut Bung Karno pernah
bersemedi. Selain itu, ada juga batu tapak si Kabayan, goa batu belah, dan batu
menara adzan. Konon di batu yang terletak di dekat puncak ini, zaman dahulu
digunakan untuk mengumandangkan adzan. #SumberDariGoogle
Berhubung rumah aku di Perumnas 3 maka untuk
menuju ke stasiun Bekasi harus naik angkot 01…(sdikit info aja klo angkot 01 itu ada 2 jenis, untuk ke stasiun
Bekasi harus naik angkot 01 yang besar soalnya angkot 01 yang kecil cuma sampai
terminal Bekasi aja).
Untuk sampai ke stasiun Bekasi tarif angkot
yang harus dibayar adalah sebesar Rp.5.000 J
Jam 06.15 aku sudah sampai stasiun Bekasi
langsung antri n psen tiket commuter line jurusan stasiun Cilebut dengan tarif
Rp. 16.000, disana sudah ada amel n dika (langsung
gabung dengan mereka) dan masih menunggu beberapa teman yang belum datang (umam, jessy, tika n kiyek).
Kami menunggu mereka sampai jam 08.00 WIB baru
berangkat naik commuter line (jauh dari
planning yang harusnya jam 06.00 WIB udh otw). Di stasiun Cakung kami dapat temen seperjalanan lagi, namanya Ook. J Untuk menuju stasiun Cilebut harus
transit dlu di stasiun Manggarai, karna untuk antisipasi biar kebagian duduk di
commuter line si amel punya ide untuk transit di stasiun Cikini. (stasiun Cikini itu setelah stasiun
Manggarai dari arah stasiun Bekasi dan sebelum Manggarai dari arah stasiun
Kota)
Sekitar jam 10.30 kami sampai di stasiun
Cilebut langsung keluar stasiun lewat pintu sebelah kanan dari arah datangnya
kereta n naik angkot F19 jurusan Pasar Anyar – Salabenda dengan tarif Rp. 4.000
n turun di gang mushola untuk bertemu guide kita namanya bang Agie n bang Hadi.
(Guide kami ini sangat berpengalaman jadi
kami ga perlu yang namanya GPS alias “Gunakan Penduduk Sekitar”). Setelah
bertemu guide kami istirahat sejenak
dirumah bang Agie sambil mencari tumpangan untuk menuju Mt. Munara J (spesial thanks untuk keluarga bang
Agie atas jamuan tempat istirahat n teh hangatnya J J ).
Kami dapat tumpangan angkot F19 jurusan Pasar Anyar – Salabenda dengan
supir saudaranya bang Agie dengan tarif sewa Rp. 20.000 (sudah termasuk tiket parkir mobil, tiket masuk situs Mt. Munara n
perjalanan pulang sampai rumahnya bang Agie).Tak lupa juga ditengah
perjalanan menuju situs Mt. Munara kami berhenti sejenak di minimarket untuk membeli perbekalan
makanan n minuman yang kami perlukan. Tapi buat yang ga mau repot2 bawa
logistik, nanti disetiap pos ada penjual makanan dan minuman, namun harganya sedikit tidak bersahabat. Sekitar 2 kali lipat harga biasanya.
Sekitar jam 12.15 akhirnya kami sampai di
pintu masuk situs Mt. Munara. Di parkiran nampak banyak motor yang sudah
terparkir, pertanda banyaknya wisatawan yang berkunjung karena bertepatan
dengan tanggal merah (Kenaikan Yesus
Kristus). Setelah membayar tiket masuk dan parkir kami langsung memulai
pendakian yang terbilang singkat ini.
Oia buat yg
belum pernah nyoba namanya hiking tenang aja disana banyak joki yg mau nganter
kepuncak ,tp sendiri juga bisa kok udah ada jalur yg disediain dan banyak pos
yg ngasih tau rutenya soalnya jalurnya jelas dan banyak pendaki lainya jd jika
kalian ga ngerti arah mana aja yg harus dilaluin ikutin aja pendaki lain…ok (sekalian kenalan maksudnya, siapa tau
jodoh… #eehh ketahuan jomblonya). Inget perjalanan itu akan selalu mendapat
teman baru.
Awal jalur pendakian berupa pepohonan bambu yang lebat.
Jalur sudah ditata dengan jelas, namun karena baru saja hujan sehingga membuat
jalur tersebut licin. Beberapa pengunjung nampak bersusah payah untuk terus
melangkah, bahkan ada beberapa orang yang sempat terjatuh.
Setelah 1,5 jam berjalan, sampailah kami di puncak
Munara. Pemandangan di sini sangat indah, dimana sejauh mata kita memandang
terhampar hijaunya pepohonan. Apabila semakin sore, semakin banyak pengunjung
yang datang. Ya, wajar saja, karena menuju puncaknya saja hanya dibutuhkan waktu
1-2 jam. Namun, jangan anggap remeh ya! Kita harus tetap mengutamakan
keselamatan, seperti menggunakan sepatu hiking atau sendal gunung supaya
memudahkan kita untuk melangkah.
![]() |
| Gerbang Situs Gunung Munara |
![]() |
| Dika Diantara Batu yang Menyerupai Goa |
![]() |
| Bang Agie, Bang Hadi, Mumut, Amel, Dika, Tika, Kiyek, Jessy, Ook...n dibalik kamera ada Umam |
![]() |
| Istirahat Sejenak Sambil Bernarsis Ria |
![]() |
| Dari puncak Mt. Munara (Umam, Amel n bang Hadi) |
![]() |
| Naluri Guru niihh, ada murid langsung minta foto bersama |
![]() |
| Aksinya Bang Agie n Amel |
![]() |
| Tika, Jessy, Dika, Amel n Mumut |
![]() |
| Menuju Puncak yang Ramai |
![]() |
| Sebelum pulang, Di balik kamera ada bang Hadi |
![]() |
| Take Picture By Bang Agie |
![]() |
| Lelahnya Ditengah Perjalanan Menuju Puncak |
![]() |
| Bang Hadi ayo ikutan selfie juga lh |
![]() |
| Diantara Celah Gunung |
![]() |
| Personil Sudah Lengkap Nih |
![]() |
| Dika dengan aksinya |
![]() |
| Parah....parah....parah cubet |
![]() |
| Menuju Goa Soekarno |
![]() |
| Saling Bantu Menuju Goa Soekarno |
![]() |
| Berfose di Goa Soekarno |
![]() |
| Ini dia Bang Agie sii Penikmat Kopi :) |
![]() |
| Beberapa Situs Sejarah dari Gunung Munara |
![]() |
| Tika |
![]() |
| Amel |
![]() |
| Dika |
![]() |
| Jessy |
![]() |
| Bang Hadi |
![]() |
| Umam |
![]() |
| Naluri Guru Lagi niiihh |
![]() |
| Thats Me......... |
”Tuhan sungguh indah alam ciptaanMu,
berjanji dalam diri dan hati ini untuk terus menjaga dan melestarikan alam ini.
Dari puncak gunung aku merasa kecil, tidak ada satu alasan pun untuk aku
menyombongkan diri.”
“Bagi ku sebuah pendakian bukan
sekedar untuk menikmati alam dan pemadangan indahnya saja, lebih dari itu,
sebuah pendakian dan perjalanan dapat menjadi guru terbaik untuk mengetahui
bagaimana diri kita, kualitas diri kita, sikap kita.”
PATUHI
PERATURAN PENDAKIAN !!!!!!
“Jangan bunuh sesuatu
kecuali waktu. Jangan ambil sesuatu kecuali gambar. dan Jangan tinggalkan
sesuatu kecuali jejak”
“bawa turun sampah mu… atau TELAN”.






























