Rabu, 24 Desember 2014

Help Me Doraemon


Dulu, waktu aku masih sekolah dan masih anak-anak rasanya ingin sekali cepat besar dan tumbuh dewasa. Tapi sekarang setelah dewasa malah ingin kembali sekolah lagi. Ternyata menjadi dewasa itu tidak semudah yang aku pikirkan dulu. Ternyata tanggung jawab yang ditanggung orang dewasa membuat beban, sehingga pasti semua pikiran dan tenaga tercurah hanya untuk tanggung jawab itu. hemm.. indahnya masa sekolah, rasanya ingin kembali lagi kesana. Kalau saja punya mesin waktu seperti doraemon pasti aku ingin mengembalikan waktu ke masa lalu.
Menjadi anak-anak itu menyenangkan, kebahagiaannya pun tidak sulit untuk didapatkan, hanya bisa bermain atau menonton film kartun kesukaan pasti rasanya sudah bahagia, tidak ada beban pikiran yang melanda. Beda dengan orang dewasa yang setiap hari berkutat dengan tanggung jawab pekerjaan, ekonomi bahkan percintaan  atau semacam hal lainnya yang menurutku pusing...

Kapan ya, bisa kembali lagi ke masa indah itu? dimana kebahagiaan mudah didapatkan. Jadi ingat kata-kata Ibu "
Ibu kalau bisa kecil mending jadi anak kecil lagi, jadi orang gede capek pikiran sama urus anak" Itu kata-kata ibu yang pernah kudengar sejak dibangku SD dan masih kuingat sampai sekarang.

Jadi, buat kalian
para pembaca Blog ini khususnya yang masih sekolah, syukuri sekarang kalau Kamu masih kecil. manfaatkan waktumu sebaik-baiknya, jangan sampai Kamu habiskan masa muda hanya untuk bersenang-senang, nanti akhirnya akan menyesal setelah menjadi dewasa. seperti yang aku alami ini. Oia kalau bisa usahakan membahagiakan orang tuamu dengan prestasi yang menonjol di sekolahmu.

Senin, 15 Desember 2014

Thanks Allah..


 

Terimakasih ya Alloh
Karena Engkau telah memberikan penjelasan dari semua ini
Meskipun kenyataan tak seindah yang ku bayangkan
Tapi aku begitu lega
Dan aku ikhlas dengan apa yang terjadi
Entah kekuatan dari mana tapi aku begitu ikhlas  menerima semuanya
Aku sangat bersyukur tidak ada kebencian, dan tidak ada air mata 

Entah kekuatan apa, aku seperti tak tergoyah dan tetap berdiri
Dengan senyum dan tanpa luka

Sungguh hal yang luar biasa
Yang aku takutkan tak terjadi
Aku tetap tegar dan berdiri
Meskipun aku kehilangan harapan itu
Tapi aku tahu Alloh begitu sayang padaku

Ya Alloh, sekali lagi terimakasih
Engkau telah menitipkan rasa ini di hatiku
Setidaknya aku tahu bahwa suatu saat, hal itu yang mungkin ku rasakan
Aku merasa sangat bersyukur karena aku sama sekali tidak menyangka
Aku begitu siap menghadapi semuanya
Entah kekuatan dari mana tapi aku sungguh tak tergoyah

Aku percaya janjiMu ya Alloh
Jika suatu saat nanti engkau akan mengirimkan dia yang hanya untukku
Dan benar-benar hanya untukku
Aku yakin Alloh sedang berbicara padaku dan
Mengajariku sesuatu yang besar
Mungkin dia sedang menunjukan padaku untuk tidak takut mencintai lagi
Aku ternyata bisa untuk tidak terluka

Meskipun harapanku hancur
Tapi seakan Engkau menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik
Aku merasakan itu ya Alloh
Aku akan terus berusaha dan bersabar
Dan aku akan tetap menjaga semua yang aku miliki
Dan aku akan tetap bersyukur atas semuanya

Sekali lagi terimakasih ya Alloh
Puji syukur dan aku akan tetap menunggu takdirMu dengan kesabaran yang tanpa batas...
Terimakasih Ya Alloh........


Jumat, 05 Desember 2014

Happy In December




Hai selamat bahagia di 5 Desember tahun ini.
Dan pada akhirnya waktu yang menjawab semua teka-teki hati dan sudah bisa kutebak kamu yang akan memenangi permainan ini, rekaan ku sama sekali tidak meleset. Tepat sasaran. Aku memang bukan seorang mentalis yang bisa membaca pikiran seseorang tapi untuk kamu aku bisa memprediksi dengan benar, hebat bukan? 
Aku akui kamu menang. Aku kalah. Selamat dengan tulus aku ucapkan kepadamu, semoga kamu bahagia dengan yang bukan aku, semoga kamu mendapatkan yang kamu mau. Semoga. Memang hati ini masih belum rela tapi aku hanya berusaha setidaknya di depanmu aku sudah mengikhlaskan, menggunakan topeng bahagia memang sudah jadi hobi wantia bukan?

Aku ingin mengaku meski tidak di depanmu. Perasaan ini masih jadi bumerang, menyerang tanpa arah, menyakiti seisi diri tidak peduli jika sudah tak tahan lagi. Perih.
Dan kenapa kamu pilih dia? Aku memang tidak tahu apa yang dipikiranmu sampai kamu menunjuk dia jadi ratu dalam hati, dulu kamu pernah bilang kamu tahu dia tidak tulus sampai dia meninggalkamu dan sekarang kamu tarik omonganmu seenak jidat malah memeluk erat dia yang dulu membuang kamu dan membuatmu muak lalu itu namanya apa kalau bukan munafik? Jika diizinkan aku ingin memukul tepat di wajahmu, aku geram dengan sikapmu. Kamu itu laki-laki kok kelakuan kaya banci? Hari ini bilang A, besok bilang B. Hari ini bilang gak suka, besok memaksa untuk diterima.

Dia yang sekarang kamu puja, yang kamu agungkan namanya dan memperlakukannya seperti putri, apa kamu lupa dia juga orang yang sama yang dulu mencaci maki dan berteriak bahwa sudah tak butuh kamu lagi? Lupa? Apa kamu tidak takut dia akan melakukan apa yang sudah pernah dilakukannya? Oh mungkin kamu pikir itu suatu tantangan kembali pada mantan yang hampir pernah kamu l*d**i. Hebat. Menakjubkan.
Jika kamu berpikir aku hanya iri terhadap dia yang kamu pilih itu setengah benar dan sisanya hanya kepura-puraan bahwa itu salah. Tentu saja aku menerka-nerka apa alasan kamu merekrut dia jadi pengisi seluruh hati, mempercayai jika dia bisa membuat bahagia setiap kaki melangkah pergi, menghibur tiap peluh yang dilelahkan diri, jelaskan padaku mengapa aku bisa kalah dari dia yang bermodal wajah yang rupawan? Jika kamu mencintai seseorang karena tampang, bagaimana mungkin kamu mencintai Tuhan yang tak berupa? Memang aku tidak modis, aku tidak bisa mix and match apa yang harus aku pasang pada diri, tidak seperti pilihanmu yang saat ini eksis dimana-mana, karena diriku hanya kesederhanaan yang nyata bukan suatu keistimewaan yang pura-pura.

Apa aku sudah tidak ada kesempatan? Dan kamu tidak akan memberikannya? Bisakah kita? Ah sudahlah mungkin lelaki sepertimu memang pantas dapat dia yang sepertinya lebih parah dari aku. Haruskah aku berdoa tentang bahagiamu? Sepertinya aku sudah harus berhenti, semoga dia bisa mendoakanmu meski dalam diam, dalam bisu, nanti.
Dan aku bertanya kapan waktu akan berpaling padaku, membuat aku tertawa bahagia tanpa topeng yang setiap hari semakin mengenaskan.
Sejatinya sesuatu yang indah memang lama datangnya, diukur dari kesabaran tiap jiwa yang memintanya.

Mengikhlaskan memang jauh lebih sulit dari melepaskan.
Melihat dia dengan yang tidak lebih baik darimu,
bukan alasan untuk tertawa, 
kasihanilah.

Senin, 01 Desember 2014

UjianMu, bukti cintaMu untukku



Yaa Allah, ingin rasanya hati ini menangis sejadi-jadinya, ingin rasanya bertanya langsung padaMu, mengapa Yaa Allah, mengapa?

disaat semua keadaan jauh lebih membaik, disaat ku tengah kumpulkan semangat baru tuk lebih menata hari dan hatiku, engkau berikan ujianMu.

aku tak ingin terlarut dalam semua tanya, yang harus ku tahu dan tanamkan dalam hatiku, ini adalah bukti kasih sayangMu untukku, karena Engkau begitu mencintaiku.

aku tahu Engkau memberikan cobaan ini karena aku sanggup, aku mampu tuk melewatinya, aku adalah hambaMu yang Engkau pilih untuk tetap dapat lebih mencintaMu.

 Yaa Allah, ku tahu begitu banyak dosaku, begitu pula banyak salahk
u terhadap sesamaku, ku akui semuanya di hadapanMu, wahai Engkau Allah, Tuhanku, Tuhan seluruh alam.

doaku Engkau jawab, aku meminta ajari aku untuk tetap bersabar di kala kesabaranku telah sampai di ujung batas, dan aku kini tengah mengeja sabar itu.

  Yaa Allah, ku percaya tak ada yang tak mungkin bagiMu, kekuasaanMu meliputi langit dan bumi, aku meminta dengan segala kerendahan hatiku agar Engkau menyembuhkanku.

  Yaa Allah, ku percaya akan kekuatan doa, aku percaya Engkau senantiasa mendengar semua harap dan inginku, karena Engkaulah yang Maha Mendengar.

  Yaa Allah, ku terima ujian ini, dan ku kan tetap berusaha tuk dapat melewati semua ini dengan hati yang lapan
g dan penuh pengharapan padaMu semata.

  Yaa Allah, jadikanlah ujian ini sebagai penggugur atas dosa-dosaku yang telah menggunung, tetaplah tumbuhkan dalam hatiku kesyukuran bahwa ini tak seberapa dibandingkan dengan cobaan saudara-saudaraku.

aku yakin aku akan sembuh, semua hanya butuh waktu, keyakinan, dan usahaku agar aku semakin yakin akan kuasaMu.