Selasa, 25 November 2014

Aku dan Kamu Dalam Bayang

Love u senja...


Sementara malam kian pekat membahana
Terengkuh sudah kesunyian dalam hamparan
Mencabik lara dalam sekam kerinduan
Mencoba menjarahmu namun hampa…
.(ceritanya ini openingnya….)
Aku dan kamu dalam bayang
Mungkin itulah yang terbaik
Saat hati menjarah pekat
Saat aku menjarah hatimu…
Siapa bilang rasa sedih itu tak ada, ketika harus merelakanmu pergi
Siapa bilang air mata itu tak terurai, saat menyadari kau tak lagi ada di sini
Bukan karena kamu bukan yang terbaik yang pernah kutemui
Tetapi aku belum menjadi terbaik untukmu
Bukan karena kamu bukan yang terindah yang pernah ada
Tetapi aku belum pantas untukmu
Mungkin kamu berfikir kita berpisah karena kamu kurang sempurna untukku
Tetapi kamu tidak menyadari bahwa akulah yang belu
m pas untukmu
Dan karena aku tahu itu adalah dariku maka aku merelakanmu untuk pergi
Mengejar impian, mencari yang terbaik dan hidup berbahagia selalu
Walau itu bukan denganku.
Aku sadari rasa sakit ini ketika melepasmu
Namun jauh lebih sakit jika ternyata kamu tak bahagia denganku
Karena cinta tidaklah egois, yang hanya mementingkan kebahagiaan pribadi
Tetapi memiliki kebahagiaan bersama dan merelakan untuk menemukan yang terbaik.
Aku tak menyesali pertemuan kita
Aku tak menyesali pernah menjadi bagian terindahmu
Aku tak menyesali kamu mengisi relung hatiku
Namun aku akan sangat menyesal jika kamu tak bahagia bersamaku
Percayalah
Mungkin sekarang kita menangis
Mungkin sekarang kita berduka
Tapi
Suatu hari nanti kita akan mengerti
Suatu hari nanti kamu akan menyadari
Bahwa kebahagiaanmu adalah bersama dia yang mengerti kamu
Meskipun berat dan tertatih
Aku harus melepaskanmu, demi cinta kita, demi kebahagiaan kita
Karena semakin kita bersama, semakin kita akan saling menyakiti
Karena kita tak mungkin bersatu dengan
perbedaan rasa…
tetapi pahamilah bahwa ini jalan terbaik antara kita
Dan demi kita juga
Terkadang dengan tulisan, bisa mengungkap rasa terpendam
Karena dalam untai kata, terselip makna tanpa bias
Dan aku mencoba mengukirnya lewat malam
Menyatu bersama hati dan fikiran, diantara pekat dan dingin.
Semoga saja bisa menabur sedikit kenangan
Agar sepahit apapun, bisa menjadikan hikmah
Sebab hidup adalah perbuatan
Sebab hidup adalah perjalanan.
Sementara waktu terus menggusur kenangan
Tanpa kepastian, hidup pun terasa sempit
Seperti berlomba menjauhi akhir
Namun tetap pada penantian tiada bertepi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar