Ibu andai kau tahu perasaanku mlm ini itu dag…dig…dug…der, ga taulah bu
entah senang, takut atau apalah…
Hari-Hari
terakhir jadi terasa sedikit berat. Beberapa hal yang harus dikerjakan secara
bersamaan datang tak terbendung. Masih sibuk di depan laptop,
aku mencoba untuk menguatkan hati lewat nasyid-nasyid yang kuputar lewat media
player di layar laptop yang masih setia menemaniku. Tapi
kemudian aku tertegun sejenak, karena terdengar sebuah lagu yang begitu
menggetarkan hatiku.
Teringat
bahwa aku begitu lemah dan tak tahu arah. Lamunanku kembali terbangun dalam
kenangan-kenangan dengan orang yang beberapa bulan terakhir ini menghiasi
fikirku.
Malam-malamku
kubangun dalam sujud yang kupenuhi dengan tangis. Ketakutanku akan hadirnya
rasa itu begitu dalam. Aku mencoba menyerahkan segalanya padaNya yang menguasai
setiap hati manusia. Aku meminta padaNya, kuminta agar hati ini dikuatkan dan
agar hati ini tak lagi terjebak pada rasa yang semu. Karena aku takut rasa itu
akan menjauhkanku dariNya.
Aku
mencoba tabah, berbagai hal kulakukan demi menenangkan hati ini. Kubuka
musyafku, kubaca surah Ar-Rahman yang begitu indah dan menjadi pengobat lukaku
selama ini. Tak kuasa menahan air mata, kembali aku berpasrah padaNya karena aku
benar-benar takut.
Dia
benar-benar sosok yang sempurna di hatiku. Masih terbayang jelas bahwa dia
selalu hadir dalam setiap masalah yang kuhadapi. Dia begitu sempurna bukan
karena fisik ataupun kekayaannya. Tapi dia begitu terlihat sempurna karena dia
selalu mencoba mendekatkan hatinya pada Rabb-nya. Orang yang semakin jarang
kutemui dalam kehidupan yang ada di sekitarku.
Tapi
aku kembali pada diriku. Aku terlalu lemah untuknya, terlalu lemah jika
disandingkan dengannya, karena aku bukanlah bidadari syurga, yang selalu
sempurna dalam setiap hal. Aku tak seindah mereka yang selalu dapat menjaga
agama dalam setiap hela nafas.
Dan aku takut jatuh cinta.
Dan aku takut jatuh cinta.
Aku
kembali tersadar dari lamunan. Segera aku beristighfar, kemudian kulirik
penunjuk waktu yang terdapat di pojokan laptop. Pukul dua dini hari,
saatnya aku untuk mengistirahatkan diri. Tapi rasa hati ini menginginkan untuk
berjumpa dengannya karena aku begitu merindukannnya. Dan, malam ini pun aku
kembali larut dalam tangis ketakutanku, karena aku takut jatuh cinta....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar