Udah lma mengendap di draf….akhirnya berani
saya publish jga…
Pada dasarnya kita akan lebih mudah untuk menilai sifat, sikap, karakter, kejelekan dan keburukan, maupun kebaikan dari orang lain. Hanya dalam sekejap, sekali lihat mungkin kita bisa menilai orang lain. Namun jika kita ditugaskan untuk menilai mengomentari diri kita sendiri, itu adalah sebuah kerja keras.
Tapi setelah dipikir-pikir, di tag di blog itu
jauh lebih menyenangkan... terimakasih untuk Kak Arie Saya bisa
cuap-cuap panjang memperkenalkan diriku kepada khalayak ramai. Saya sudah bosan
selama ini bersikap sok misterius dan mungkin karena itu juga, karena begitu
sulitnya menggali informasi tentang diriku, para pengagumku pergi
meninggalkanku... jengjengjeng... bah! Ini apaan si?!! Hihihi... tulisan tentang
diri saya ini, secara langsung membuat saya semakin dekat dengan diriku
sendiri. Membuat saya semakin mengenal siapa saya. Bukankah ada sebuah hadis
yang meriwayatkan, “Siapa mengenal dirinya pasti mengenal Tuhannya”?!! (Jangan
tanya ini hadis yang diriwayatkan oleh siapa, jika penasaran, silahkan tanya
kepada guru agama kalian masing-masing, saya tidak punya kemampuan untuk
menjawabnya). Jadi... inilah saya.
1.
Lahir di
Yogyakarta, 26 Juni 1992 ank tunggal dri Ibu Sulasmi n Bpk Kasidin.
2.
Panggilanku
macem2, mulai dari mumut, mutia, cemut, imut, mut, ndok, ade, kk, n masih bnyak
lg dh….ya tp yg baik2 ya…
3.
Anak kesayangan
pastinya cz katanya saya dinanti2 selama 7tahun pernikahan ibu n bpk saya.
4.
Dari MDA,
SD, SMP, SMA selalu jln kaki cz dkt bgd skulnya. Pernah ikut olympiade computer
waktu SMA..
5.
Waktu SMA
saya jurusan IPA, skarang kuliah jurusan SISTEM INFORMASI, next saya mau kuliah
PGSD…(doakan ya teman2…)
6.
Hobbinya baca
buku2 absurd, motivasi, islami, n nonton di blitzmegaplex
7.
Suka bgd
sama kerupuk, kecap, biscuit baby n warna pink…
8.
Pernah suka
sama pria bertipe pemimpin seperti ketua OSIS yg pintar, ga bnyak bertingkah n
tanggung jawab sama tugas2nya…(tp smpai sekarang udh lulus sekolah blm lihat yg
kya gtu..)
9.
Bisa bercerita
berjam2 tanpa diminta jika sudah nyaman sama seseorang, tapi bisa diam seribu
bahasa ketika marah…(menurut saya ini absurd bgd…)
10. Lebih suka menyelesaikan masalah
dengan tahajud n nangis tengah mlm…klo lg cape n kesel trus ga tau brbuat
apalagi pasti cuma bisa nangis. Satu hal lg klo w lagi nangis jgn ditanya
kenapa, krna akn smakin deras air mata yg mengalir…(lebih absurd kn….#cengeng)
11.
Susah berkata
tidak bisa jika disuruh, pendiem n jutek sama pria yg suka menjual diri :( (saya
suka pria yg membuat saya penasaran…)
12. Pernah pacaran selama 6tahun,,,
3tahun pertama ga pernah jalan bareng padahal 1 yayasan Cuma beda jurusan…smp2
saya prnh sakit dijenguk pagi2 n saya jd semangat bgd buat skul..sblum pria itu
dtng saya udh pke seragam skul cz dlm hati pasti bisa brngkat brng (#ngarep) eh pria itu malah bilang “mas brngkat dluan
ya de” menyebalkan….:( akhirnya saya protes n berhasil esok paginya saya
berangkat bareng ke skul…u know that (saya dijemput jam 06.00 wib n berhasil
brangkat bareng)…mau apa coba ngajak berangkat jam sgitu cz pas sampai skul
juga cuma ada babe penjaga skul yg belum bukain gerbang skul di parkiran
belakang…tp semua ini karna backstreet cz tau sendiri disekolahan saya itu
pria n wanita dipisahin semacam pesantren gtu n ga blh ada yg blh ngobrol atau
ketemu sama lawan jenis klo blm muhrim…#KerennyaSekolahSaya . sisanya ya masing2,, sms
sehari bisa dihitung bahkan hampir tidak pernah...
13. Pernah nyaman sama seorang priadewasa, baik
hati, romantis dengan lagu2nya yang selalu dikirim via sosmed…ex (Michael buble: home, everything n close your eyes) (Brian McKnight:
Marry your daughter) n (paramore: the only exception) seperti tersihir dengan
pertemuan yang singkat itu,,,until now…(dnger lagu taylor swift_enchanted ya)…
14. Banyak cita-cita tetapi tidak ada ambisi
Cita-citaku
itu jika dituliskan di selembar kertas folio akan memenuhi halamannya, depan
mau pun belakang. Dulu, ketika masih labil dan hidupku dipenuhi amarah dan
ketergesaan, aku membuat list mimpi-mimpi ku dan target untuk mencapainya. Juga
cara-cara bagaimana saya bisa mencapai cita-citaku itu. Semua hal yang
kulakukan adalah untuk segera mencapai cita-cita tersebut.
Kini, setelah
saya jauh lebih tenang dan mungkin jauh lebih dewasa dalam berpikir, saya pun
lebih santai dalam menyikapi hidup ini. Saya lebih banyak menikmati hidup dan
alam disekitarku. Lebih banyak bersantai dan pada akhirnya tidak terlalu ngoyo,
harus, wajib, kudu, untuk meraih cita-citaku itu.
Biarkan
semuanya mengalir... pada akhirnya arus itu akan membawaku ke sana. Cepat atau
lambat... dan jika saya meninggal dan masih banyak cita-citaku yang belum
tercapai, anggap saja itu bonus, bonus demi bertemu lebih cepat dengan Sang
Kekasih.
15. Tidak bisa berbasa-basi
Bagi saya berbasa-basi itu perihal yang sangat melelahkan
dan menguras banyak tenaga. Juga membosankan dan menyebalkan. Kenapa
orang-orang tidak langsung saja berbicara intinya?!! Mengapa perbincangan
selalu dimulai dengan basa-basi busuk ini? Dan kenapa memangnya kalo tiba-tiba
saya malas berbicara dan hanya diam seharian? Haruskah saya mengeluarkan
perkataan yang tiada guna?
16. Susah mengingat nama
Sering ketika
bertemu seseorang yang saya kenal tetapi namanya saya lupakan,saya hanya tersenyum
super manis dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan super standar saja; Apa kabar?
Dengan siapa? Sudah lama saya menyerah memeras otak mengingat nama-nama itu,
dia akan muncul sendiri kepermukaan pada akhirnya. Seperti mayat yang dibuang
ke air suatu saat pasti akan terapung kembali... #plak kecuali bila habis
disantap ikan maupun buaya ya...
17. Mandiri tapi sebenernya sangat
manja
Nah
ini membingungkan juga ya?!! Hahaha
Sebagai anak tunggal,
karena itulah saya menjadi anak yang manja, hanya saja situasi yang membuat
saya harus menjadi mandiri dan tidak bisa (tidak ingin tepatnya) mengandalkan
orang lain. Saya merasa dengan mengandalkan orang lain, menggantungkan hidup
pada orang lain, orang itu punya kuasa yang sangat besar untuk menyakitimu jika
ia meninggalkanmu. Saya tidak menyukai perasaan itu. Selain itu saya tidak suka
dibantu karena orang-orang merasa kasihan kepadaku. Ah ia saya sangat benci
dikasihani!
Tapi jauh di
dalam sana saya masihlah seorang anak yang manja... senangnya saya menemukan
seseorang yang membuatku bisa menanggalkan kemandirianku dan menjadi super
manja padanya. Bahkan meskipun dia sebel dengan sifatku yang manja itu, saya
tidak peduli! HAHAHAHA...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar