Jumat, 07 November 2014

Bicara Hati, Bicara Harapan...(26 Juni 2014 on 22th)



ku ingin dia yang sempurna untuk diriku yang biasa
ku ingin hatinya ku ingin cintanya
ku ingin semua yang ada pada dirinya

ku hanya manusia biasa, Tuhan bantuku tuk berubah
tuk miliki dia, tuk bahagiakannya,
tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
(Dia oleh: Sammy Simorangkir)


Sepenggal bait lagu ini adanya mungkin menggambarkan keadaan hatiku saat ini.
Ku tak mengerti apa yang kurasa saat ini, apakah kagum, suka, cinta, atau apa? sungguh ku tak mengerti.
Hatiku kembali ber
debar merasakan kembali gelora yang tak ku mengerti namun ku nanti hadirnya.

Ku bahagia dengan rasa ini, dan untuk kali ini aku tak ingin menganggap rendah terhadap diri sendiri.
Ku ingin benar-benar berusaha untuk wujudkan impianku bersamanya.
Banyak orang berkata bahwa ketika kita bertemu dengan dia yang benar-benar jodoh kita, kita akan merasa yakin.
Keyakinan yang pastinya berasal dari Tuhan. Dan untuk kali ini aku benar-benar merasakannya.

Tapi ku tak ingin takabur akan semua keyakinan yang mungkin saja itu berasal dari keinginanku.
Yang ku ingin semuanya ada pada dirinya, kriteria yang banyak sahabatku menyebutku seorang pemilih.
Aku memang pemilih karena aku ingin yang terbaik, aku bukan mencari seorang suami,
tapi ku mencari seorang yang dapat mejadi ayah terbaik untuk anak-anakku kelak. Apakah ini salah?

Aku i
ngin lupakan semua kisah laluku yang tak sempurna, aku tak ingin ada hati yang tersakiti lagi.
Kisah laluku ingin ku tutup rapat-rapat biarlah semua menjadi pelajaran berharga untukku.
Mungkin Tuhan ingin mengaja
riku berbagai hal hingga aku sanggup tuk lalui hari esok dengan lebih baik.

Aku yakin dan selalu yakin bahwa rencana Allah itu selalu indah untukku.
Aku percaya bahwa seseorang yang tepat akan datang disaat yang tepat. Tepat untukku untuk membahagiakanya seutuhnya.

Cinta ku memang tak sempurna, namun bersamanya ku yakin kisah cintaku kan sempurna.

Rentang usia yang cukup besar ternyata mampu dterima dengan baik oleh keluargaku, sekarang saatnya tuk yakinkan hatiku, sanggupkah aku bersamanya??

Aku bukan mencari seseorang yang mapan, ku ingin kami mampu memapankan hati kami untuk siap dengan berbagai badai yang kan datang. Mapan materi bisa dicari sepanjang kita mau bekerja keras, namun kemapanan hati tanpa kedewasaan pemikiran mungkin su
lit diraih.

Ku yakin rejekiku tak kan tertukar, dengan siapapun jodohku ku yakin Tuhan Maha Kaya dan akan selalu memberikan rejeki terbaiknya untu
kku.
Tak ada pula yang tau kapan ajal menjemput tak peduli masih muda atau sudah berusia, jika telah tiba saatnya maka takkan ada yang mampu tuk mengelak.

Dan ku ingin yakini semuanya ketika aku yakini hatiku untuk memilihnya sebagai imam hidupku, luasnya kesabaran,  kekayaan hati, dan ketampanan perilaku itulah yang membuatku jatuh cinta. Karena agama yang ada pada dirinyalah ku ingin mencinta.

ya Allah, terimakasih atas indahnya rasa ini, akan ku jaga dan akan kurawat dengan penuh kesabaran dan kesyukuran.
ku biarkan Engkau yang kan berkata tentang kelanjutan kisahku bersamanya, ku tahu Engkau tahu yang ku mau, ku ingin Engkau mengabulkannya, dan buatlah aku untuk mampu bersanding layak dengannya hingga kelak dialah yang menjadi jodohku.

ya Allah ku titipkan sekeping hatiku ini pada Engkau karena ku yakin Engkau akan satukan dengan kepingan hati yang tepat hingga iman dan cinta kami akan sempurna dimatamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar